terhimpit oleh nestapa
dan derita.
mengapa aq diciptakan jadi pribadi yang rumit
bukannya aku pelit.
bagaimana aq bisa bersuara jika jiwaku terjepit.
terhimpit diantara relung-relung yang kelam.
andai saja engkau tau
aq terluka karenamu
aq memang bodoh
terlalu besar harapku padamu
hingga aq lupa akan keselamatan jiwaku yang terancam
karena penolakanmu
aq terluka....
diantara bayang-bayang wajahmu
terutama jika aq ingat akan senyum itu
akh, rasanya ingin mati saja aku.
semoga kau mengerti itu
semoga saja kau dapat merasakan perih lukaku itu
semoga saja.....
itu harapku......
Tidak ada komentar:
Posting Komentar